• Selamat Datang di Website Resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal - Mengabdi Untuk Kesejahteraan Rakyat | Sekretariat DPRD Kab. Tegal, Jalan Dr Soetomo No. 1 Slawi, Kabupaten Tegal. Telp/Fax: (0283) 491672 Email: setwan@dprd-tegalkab.go.id

1.347 Guru Wiyata Terancam Dirumahkan

1.347 Guru Wiyata Terancam Dirumahkan

SLAWI – Sebanyak 1.347 guru wiyata bakti yang mengajar di SD dan SMP negeri di Kabupaten Tegal, terancam dirumahkan. Hal itu dikarenakan jumlah guru tersebut melebihi kebutuhan.

Hal itu terungkap saat rapat koordinasi Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Tegal di ruang komisi IV, kemarin. Rapat koordinasi yang dipimpin ketua komisi IV, Agus Salim dihadiri kepala Dikbud, Salu Panggalo dan pejabat Dikbud lainnya. Dalam rapat itu, dibedah persoalan kebutuhan guru dan pendataan jumlah guru wiyata bakti di Kabupaten Tegal.

“Selama ini, tidak ada data yang pasti berapa guru wiyata bakti yang diangkat oleh kepala sekolah,” kata Agus Salim.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Dikbud bahwa jumlah SD negeri di Kabupaten Tegal sebanyak 675 sekolah. Dari jumlah itu, diketahui jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 4.660 ruang. Jumlah ruang itu menunjukan kebutuhan guru yang harus dipenuhi untuk proses belajar mengajar. Sementara itu, jumlah guru PNS yang mengajar di SD negeri sebanyak 3.025 orang, sehingga masih ada kekurangan guru sebanyak 1.635 orang. Jumlah itu belum termasuk guru agama dan guru olahraga. Setelah didata bahwa kekurangan guru agama sebanyak 348 orang dan guru olahraga sebanyak 336 orang.

“Jika dikalkulasikan semuanya kekurangan guru SD sebanyak 2.396 orang. Namun, kekurangan itu sudah diisi dengan guru wiyata bakti,” terangnya.

Sementara itu, lanjut dia, jumlah SMP negeri di Kabupaten Tegal sebanyak 48 sekolah dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 1.068 ruang. Sedangkan jumlah guru PNS yang mengajar di SMP negeri sebanyak 1.322 orang. Kondisi itu membuat kekurangan guru sebanyak 377 orang. Namun demikian, kekurangan itu sudah ditutup dengan guru wiyata bakti sebanyak 356 guru, sehingga masih kekurangan guru sebanyak 21 orang.

“Sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah guru wiyata bakti melebihi kebutuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kelebihan guru wiyata bakti jika dilihat dari Dapodik untuk SD sebanyak 650 guru, dan untuk SMP sebanyak 697 guru, sehingga total kelebihan guru wiyata bakti sebanyak 1.347 guru. Kelebihan itu membuat banyak guru PNS yang mengandalkan guru wiyata bakti untuk mengajar. Padahal, guru PNS mendapatkan gaji dan sertifikasi. Sedangkan guru wiyata bakti hanya mendapatkan honor setiap bulan Rp 250 ribu.

“Kami lakukan pendataan ini agar guru wiyata bakti bisa mendapatkan honor sesuai UMK. Tapi, datanya harus valid, dan sesuai dengan sasaran,” pungkasnya.

Monggo Bagikan Artikel Ini