BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

SLAWI – Tiga jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kabupaten Tegal tahun 2016, mangkrak. Hal itu dikarenakan kontraktor tidak selesai mengerjakan proyek jembatan tersebut hingga akhir tahun 2016. Pemkab diminta segera melanjutkan pekerjaan pembangunan tiga jembatan itu.

Tiga jembatan itu, yakni Jembatan Sungai Sungkup di Desa Cawitali Kecamatan Bumijawa, Jembatan Sungai Gondang di Desa Srengseng Kecamatan Pagerbarang, dan Jembatan Clirit di Kecamatan Balapulang.

“Ini harus segera ditangani, karena sangat menggangu aktivitas warga,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni usai melakukan kunjungan di tiga jembatan tersebut, kemarin.

Dikatakan, Jembatan Sungai Sungkup yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Bumijawa itu, mangkrak karena ditinggal kontraktor. Pekerjaan yang baru dilaksanakan, yakni pembongkaran jembatan. Akibat mangkraknya jembatan itu, warga Jejeg, Jedug, dan desa lainnya harus menyeberangi sungai untuk menuju kota.

“Saat ini, Pemkab tengah membangun jembatan bailey yang berada di sebelah utara jembatan yang dibongkar,” terangnya.

Ketua Fraksi Golkar itu menilai pembangunan jembatan bailey seharusnya berada di jembatan lama yang sudah dibongkar. Hal itu dinilai akan menghemat anggaran karena sudah ada pondasi jembatan. Selain itu, lanjutan pembangunan jembatan tersebut, direncanakan berada di sebelah utara jembatan. Jadi, jembatan baru akan diluruskan dengan jalan, sehingga jalan tidak berkelok-kelok.

“Ini juga mengantisipasi anggaran lanjutan pembangunan jembatan tidak dianggarkan dalam APBD 2017. Jika jembatan bailey di lokasi jembatan lama, akan lebih kuat,” beber pria yang akrab disapa Jeni itu.

Sementara itu, lanjut dia, Jembatan Sungai Gondang di Desa Srengseng juga mangkrak karena ditinggalkan kontraktor. Proyek pelebaran jembatan itu baru selesai 30 persen dengan item yang baru digarap berupa pembangunan talud, dan pondasi jembatan. Sedangkan jembatan penghubung antarkecamatan Pagerbarang dengan Margasari itu, masih bisa dilewati warga.

“Sedangkan Jembatan Clirit belum bisa dilalui kendaraan, karena atas jembatan hanya dikasih sirtu. Kami belum tahu alasanya kenapa jembatan tidak selesai dibangun,” jelasnya.

Ditambahkan, proyek pembangunan jembatan diminta untuk dilakukan lelang di awal tahun 2017. Hal itu dilakukan agar kekuatan jembatan lebih maksimal. Pasalnya, proses pengeringan jembatan membutuhkan waktu 21 hari.

“Untuk menyelesaikan persoalan jembatan ini, kami akan mengundang DPU dan dinas terkait lainnya,” pungkasnya.

9 Maret 2017

Tiga Jembatan Mangkrak Didesak Lelang Awal Tahun 2017

[…]
13 Februari 2017

BP2D Dinilai Muspro

[…]
10 Februari 2017

Banyak Ranjau Dijalan II

[…]
9 Februari 2017

Kegiatan Parlementaria Komisi II DPRD Kabupaten Tegal