BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

DPRD Akan Undang Dinas Perdagangan PKL Eks Letjen Suprapto Kembali Mengadu

<B>SLAWI<P> – DPRD Kabupaten Tegal akan memanggil Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Pasar pada pekan ini. Pemanggilan itu mendasari pengaduan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya direlokasi dari Jalan Letjen Suprapto Slawi menuju Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa). Mereka meminta untuk dikembalikan ke Jalan Letjen Suprapto.

Belasan PKL yang tergabung dalam Barisan Pedagang Kaki Lima Malam Slawi (Bang Kalis) itu, kali kedua mendatangani gedung DPRD untuk mengadukan nasibnya. Kemarin, PKL eks Jalan Letjen Suprapto ditemui Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi didampingi anggota komisi II, Bahrun dan Tarmudi di ruang rapat ketua DPRD setempat.

“Kami meminta komisi II untuk memanggil Dinas Perdagangan dan Satpol PP. Ini agar para PKL tersebut segera mendapatkan solusinya,” kata Ketua DPRD Kabupaten Tegal, A Firdaus Assyairozi.

Menurut dia, penertiban di Jalan Letjen Suprapto dimaksudkan agar tidak terjadi kemacetan, dan kekumuhan. Selama ini, keberadaan PKL di jalan itu telah membuat jalan menyempit. Namun, setelah dilakukan penertiban, jalan itu sudah lancar. Terkait dengan keluhan para PKL yang berjualan di malam hari, pihaknya akan mencarikan solusinya bersama dinas terkait.

“Kami juga akan undang para PKL agar berembug bareng. Pastinya, kami akan mencari solusi yang tidak melanggar aturan,” tegas Firdaus.

Ketua Bang Kalis, Riyadi (45) menuturkan, pemindahan PKL di Jalan Letjen Suprapto dinilai diskriminasi. Pasalnya, hingga kini masih ada banyak pedagang malam yang mangkal di sebelah barat Jalan Letjen Suprapto. Seharusnya, pedagang itu juga diusir agar adil. Oleh karena itu, sebanyak 40 pedagang yang masuk Bang Kalis, minta untuk dikembalikan ke Jalan Letjen Suprapto.

“Kalau malam hari, tidak mengganggu lalu lintas. Kami siap mentaati peraturan, jika dikabulkan untuk kembali ke Jalan Letjen Suprapto,” tegasnya.

Bendahara Bang Kalis, Kusmanto menjelaskan, lokasi PKL yang berada di belakang panggung Trasa dinilai kurang strategis. PKL ditempatkan di lapak yang berukuran 1,5 X 4 meter, dan tempatnya berada di sebelah sungai. Letak PKL juga berada di bawah, sehingga pengunjung jangan yang mau melewati tangga untuk ke lokasi PKL.

“Selama tiga bulan jualan di Trasa, kami selalu rugi. Bahkan, harus mencari modal dengan meminjam kepada rentenir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *