BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Komisi II Kaji Kerjasama Pengelolaan Parkir

SLAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Tegal tengah mengkaji dokumen kerjasama pengelolaan parkir tepi jalan. Hingga kini, pihakketiga yang memenangkan lelang pengelolaan pendapatan parkir, masih menunggak setoran retribusi parkir ke kas daerah Rp 250 juta dari target yang ditetapkan sebesar Rp 537 juta.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Agus Triyono saat mengikuti acara talk show Parlementaria yang disiarkan langsung Radio Slawi FM di serambi barat gedung DPRD setempat, kemarin.

“Pihakketiga sampai sekarang baru setor ke kas daerah sekitar 50 persen. Padahal, target itu sudah berlangsung sejak 2016 silam,” kata Agus yang menjawab pertanyaan dari masyarakat melalui sambungan telepon.

Dikatakan, Komisi II mengaku akan terus mengejar kekurangannya. Bahkan, akan membuka kembali payung hukumnya yang mengatur tentang pengelolaan tersebut dengan diserahkan kepihakketiga. Termasuk akan melihat apakah ada unsur pidana saat melanggar dokumen perjanjian tersebut.

“Kekurangannya harus secepatnya ditutup sebelum menimbulkan masalah baru,” pintanya.

Dijelaskan, potensi pendapatan asli daerah (PAD) berdasarkan kajian akademisi mencapai Rp 2 miliar. Namun, DPRD menargetkan Dishub hanya Rp 1,7 miliar. Tapi yang terjadi, Dishub justru memberikan target kepada pihakketiga hanya sebesar Rp 537 juta.

Sementara itu, Anggota Komisi II, Slamet membenarkan jika sebenarnya potensi parkir di Kabupaten Tegal lebiah dari Rp 1 miliar. Tapi sangat disayangkan, dinas terkait hanya menargetkan Rp 537 juta terhadap pihakketiga.

“Kami ingin membenahi sistimnya, agar PAD parkir dapat meningkat,” imbuhnya.

Ditambahkan, kepala daerah diminta untuk memberikan reward dan punisment terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Tegal. Artinya, jika OPD melakukan kesalahan atau mengalami masalah dalam pengelolaan PAD maupun anggaran, agar mendapat punisment. Begitu pula dengan OPD yang mampu meningkatkan PAD atau sukses dalam mengelola anggaran agar mendapatkan reward.

“Sistem itu harus diberlakukan, sehingga ada pemicu untuk bekerja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *