• Selamat Datang di Website Resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tegal - Mengabdi Untuk Kesejahteraan Rakyat | Sekretariat DPRD Kab. Tegal, Jalan Dr Soetomo No. 1 Slawi, Kabupaten Tegal. Telp/Fax: (0283) 491672 Email: setwan@dprd-tegalkab.go.id

Sejarah DPRD

*Sejarah Periodesasi DPRD Kabupaten Tegal*
Lembaran perjalanan sejarah tentang keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal, setidaknya diawali pada era 1955-an. Saat itu, pesta rakyat atau Pemilihan Umum (Pemilu) kali pertama diselenggarakan oleh pemerintahan rezim Orde Lama (Orla). Tentu, sejumlah Partai Politik (Parpol) yang ikut pemilu didominasi oleh parpol bergaris nasionalis dan agamis.

Memasuki zaman DPRD Sementara (DPRD-S) dan DPRD Gotong Royong (DPRD-GR) di Tahun 1960-an, pimpinan dewan di Kabupaten Tegal memang ’dikuasai’ olehpara politisi dari kalangan nasionalis, yakni Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai yang didirikan oleh Bapak Proklamator dan Presiden RI Pertama, Dr. Ir. H. Soekarno alias Bung Karno itu, mampu mendudukkan kader-kadernya untuk menjadi pimpinan dewan.

Di zaman orla itu, parpol-parpol yang mendominasi Kabupaten Tegal adalah parpol dari kalangan nasionalis dan agamis. Dalam catatan sejarah
diungkapkan bahwa setelah Pemilu 1955, PNI, Masyumi (Majelis Suro Muslimin Indonesia), dan Partai NU (Nahdlatul Ulama) mampu *leading *di wilayah kabupaten berjuluk Kota “Teh Poci” itu.

Hal itu bisa disimak dengan kepemimpinan dewan yang kala itu dipegang oleh kalangan nasionalis. Pada pemilu-pemilu di era Orde Baru (Orba), peta politik di Kabupaten Tegal mulai berubah. Pada pemilu-pemilu orba tersebut, parpol yang mendominasi adalah kekuatan politik Golongan Karya (Golkar) –yang awalnya bernama Sekretariat Bersama Golkar (Sekber Golkar).
Kemudian di zaman orba itu juga hanya ada tiga kekuatan parpol, yakni Golkar, Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari tiga parpol itu, PDI dan PPP merupakan gabungan dari sejumlah parpol yang memfusikan dalam satu wadah kekuatan politik. *Nah*, segaris dengan itu, sejak adanya DPRD-S dan DPRD-GR, aktivitas para wakil rakyat di Kabupaten Tegal menempati Pendapa Lama yang terletak di Kota Tegal. Pada 1987, Kantor DPRD Kabupaten Tegal dipindah ke Kota Slawi atau persisnya berada di kompleks Brigade Infranteri 4 (Brigif 4). Saat pemindahan gedung dewan dari Pendapa Kota Tegal ke kompleks Brigif itu, pimpinan dewan dijabat oleh Mardjono. Kemudian pada 1990, Gedung DPRD Kabupaten Tegal secara resmi dipindahkan ke gedung baru, yakni di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal yang berada di kawasan Dukuh Ringin, Kelurahan Slawi, Kecamatan Slawi. Prosesi pemindahan gedung dewan tersebut berbarengan dengan pemindahan kantor pemerintahan yang dipusatkan di Kota Slawi.

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Tegal, H. Moch. Marsinggih Marnadi, 72 tahun, mengatakan bahwa saat pemindahan ibu kota ke Kota Slawi itu merupakan tonggak sejarah baru bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tegal. ”Yang jelas, catatan sejarah telah memahat sejarah bagi Kabupaten Tegal dengan prosesi pemindahan ibu kota itu,” kata Marsinggih yang juga pernah menjadi wakil rakyat dari PNI di masa orla dan masa orba itu.

Memasuki era reformasi, pada Pemilu 1999, lembaga legislatif Kabupaten Tegal dikuasai oleh kalangan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Tentu, sebagai pemenang pemilu kali pertama di masa reformasi tersebut, pimpinan dewan dipegang oleh kader PDI Perjuangan.

Setelah pimpinan dewan dari hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 1999-2004 atau selama lima tahun dijabat oleh kader dari partai berlambang banteng gemuk bermulut putih itu, roda percaturan politik di Kabupaten Tegal mulai bergeser. Ini, terjadi ketika perhelatan Pileg 2004 yang ternyata PDI Perjuangan hanya menjadi *runner up *dalam perolehan suara. Adapun yang menjadi pemenangnya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebagai pemenang Pileg 2004 dengan memeroleh 14 kursi di dewan, maka parpol berlogo bumi dikitari sembilan bintang yang didirikan oleh Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) ini mampu menepatkan kadernya sebagai orang nomor satu di lembaga legislatif Kabupaten Tegal. Dan, dari hasil Pileg 2004 tersebut berhasil membentuk wakil rakyat sebanyak 45 orang.
Komposisi hasil kursi di lembaga dewan dari hasil Pileg 2004, PDI Perjuangan memeroleh kursi sebanyak 12, Partai Golkar mendapatkan enam
kursi, PAN berhasil meraih lima kursi, kemudian PKS dan PPP masing- masing mendapatkan empat kursi.

Lantas pada Pileg 2009, PDI Perjuangan kembali berhasil menjadi pemenangnya. Sebagai pemenang, maka di lembaga dewan, PDI Perjuangan berhasil menempatkan 13 kadernya untuk menjadi wakil rakyat. Sedangkan PKB bergeser menjadi parpol kedua dalam perolehan suara, dengan mendapatkan delapan kursi di lembaga legislatif. Ini, berarti bahwa parpol berbasis warga *Nahdliyyin *itu mengalami penurunan jumlah kursi di dewan sebanyak enam kursi, yakni dari 14 kursi hanya memeroleh delapan kursi.

Dalam Pileg 2009 itu, denyut aktivitas perpolitikan di Kabupaten Tegal sepertinya mulai menunjukkan dinamisasi yang lumayan tinggi. Ini bisa disimak dengan hadirnya sejumlah parpol ’pendatang baru’ yang mampu menempatkan wakilnya di lembaga legislatif. Untuk Pileg 2009 ini, jumlah legislator yang duduk di DPRD Kabupaten Tegal mencapai 50 orang.

Ada parpol (baru) yang memeroleh kursi di dewan pada Pileg 2009, yakni Partai Demokrat (PD) dengan meraih enam kursi, dan empat parpol masing-masing mendapat satu kursi, yaitu Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Buruh, dan PKNU.

Pada perhelatan pileg, di wilayah Kabupaten Tegal memang terbagi menjadi enam Daerah Pemilihan (Dapil). Rinciannya, Dapil I meliputi Kecamatan Slawi, Dukuhwaru, dan Kecamatan Lebaksiu, kemudian Dapil II yang terdiri dari wilayah Kecamatan Pangkah, Kedungbanteng, dan Kecamatan Tarub.

Seterusnya Dapil III yang meliputi Kecamatan Jatinegara, Bojong, dan Kecamatan Bumijawa. Lantas Dapil IV terdiri dari Kecamatan Balapulang, Paberbarang, dan Kecamatan Margasari, lalu Dapil V yang melingkupi wilayah Kecamatan Adiwerna, Dukuhturi, dan Kecamatan Talang. Dan, Dapil VI meliputi wilayah Kecamatan Kramat, Suradadi, dan Kecamatan Warureja.

Monggo Bagikan Artikel Ini