Berita Utama

Longsor Kalisapu Harus Segera Ditangani

Pascalongsor yang merusak tiga rumah di Jalan Lele RT 5 RW 1 Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal pada Jumat (6/1) lalu, belum ada penanganan serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk bergerak cepat untuk mengantisipasi longsor susulan.
a�?Longsor di Kalisapu harus segera ditangani, karena ada dua rumah yang pondasinya berada di bibir longsoran,a�? kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Mustofa dan Ninik Budiarti saat mengunjungi lokasi bencana longsor Kalisapu, kemarin.
Politisi PKS dan Sekretaris Fraksi Gerindra itu mengaku miris melihat kondisi tiga rumah yang berada di bibir tebing saluran air. Kondisi rumah tersebut rawan longsor susulan, mengingat hujan lebat masih terjadi di wilayah tersebut. Dua anggota DPRD dari Dapil 1 meliputi Kecamatan Slawi, Lebaksiu dan Dukuhwaru itu, meminta kepada BPBD segera mengantisipasi longsor susulan tersebut.
a�?Paling tidak dengan menggunakan bronjong untuk menahan tebing,a�? pintanya.
Kasubid Kedaruratan BPBD Kabupaten Tegal, Kukuh Eko P menjelaskan, penanganan bencana di Kalisapu menjadi kewenangan Pemprov Jateng, karena berada di wilayah PSDA. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan provinsi untuk menangani longsor tersebut. Jika Pemprov tidak bisa menangani, maka harus ada izin dari Pemprov untuk ditangani Pemkab Tegal.
a�?Sebelumnya sudah ditangani dengan membuat talud. Tapi, malah ikut terbawa longsor. Kemungkinan penanganan dengan membangun bronjong,a�? ujarnya.
Camat Slawi, Eliya Hidayah menuturkan, kerawanan longsor tidak hanya tiga rumah tersebut, namun juga rumah di sepanjang Sungai Susukan Kalisapu. Hal itu dikarenakan tebing di sungai itu jebol, sehingga air masuk ke sawah. Kondisi itu diperparah dengan pintu air yang rusak.
a�?Penyangga jembatan juga sudah mulai terkikis air. Perbaikan harus dilakukan menyeluruh,a�? harapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama juga diberikan bantuan uang dari Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Tegal yang diserahkan oleh Wakil Bupati Tegal, Umi Azizah. Bantuan diberikan kepada dua rumah yang terkena bencana longsor paling parah. Setiap rumah mendapatkan bantuan Rp 2 juta.
a�?Kita harus kerja bareng, dan bersinergi dengan Komisi III DPRD Provinsi Jateng. BPBD harus segera menangani ini,a�? kata Umi Azizah.

Related posts

Atlet Berprestasi Minim Perhatian

Admin Web

Lahan Kerandan Tidak Bisa Ditempati, Relokasi Dideadline 19 Februari 2018

Admin Web

DPRD Desak Perbaikan Tebing Sungai Gung

Admin Web

Leave a Comment