Parlementaria

Warga Diminta Ikut Kelola Sampah

SLAWI – Persoalan sampah di Kabupaten Tegal belum bisa teratasi secara maksimal. Kondisi itu diperparah dengan prilaku masyarakat yang suka membuang sampah di sungai. Selain menjadi salah satu penyebab banjir, buang sampah sembarangan juga sebagai sumber penyakit.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Slamet saat mengikuti dialog interaktif yang disiarkan langsung oleh Radio Slawi FM di serambi barat Gedung DPRD setempat, kemarin. Dialog interaktif yang dipandu Bung TW dengan tema Pelayanan Kesehatan itu, banyak mempertanyakan soal pengelolaan sampah.

a�?Pengelolaan sampah terkesan menjadi tanggungjawab pemerintah. Padahal, seharusnya sampah menjadi tanggungjawab bersama,a�? kata Slamet yang menjawab pertanyaan dari masyarakat.

Dijelaskan, peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting, karena kebanyakan sampah berasal dari masyarakat. Peran serta itu diwujudkan dengan tidak membuang sampah di sungai atau di sembarang tempat. Masyarakat bisa mengumpulkan sampah, dan dikelola kelompok masyarakat atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejauh ini, beberapa BUMDes telah mengelola sampah dan mendapatkan keuntungan dari pengelolaan sampah tersebut.

a�?Jika semua desa telah mengelola sampah, maka bisa memunculkan destinasi wisata yakni desa wisata sampah. Ini potensi yang bisa dikembangkan,a�? ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Slamet mencontohkan, pengelolaan sampah terbaik di Kabupaten Tegal, bahkan di tingkat nasional berada di Desa Samiran, Kecamatan Pangkah. Pengelolaan sampah yang dikelola kelompok tani di desa tersebut, telah berhasil menyabet Juara 1 tingkat nasional kategori kelompok tani unggulan. Sampah dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pupuk kompos, dan pestisida organik.

a�?Pupuk kompos dan pestisida cair organik berasal dari sampah. Tidak hanya sampah dari masyarakat, tapi juga sampah dari kotoran binatang ternak,a�? bebernya.

Ditambahkan, diharapkan Pemkab Tegal gencar melakukan pelatihan tentang pengelolaan sampah. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat bisa mengelola sampah sendiri. Jika masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya sampah, maka prilaku masyarakat untuk membuang sampah sembarangan akan berkurang.

a�?Selain mendapatkan nilai manfaat, juga bisa memperbaiki prilaku masyarakat,a�? pungkasnya.

Related posts

Pemkab Tegal Terima 40 Ribu Blangko KTPel

Admin Web

Kesejahteraan Honorer Meningkat

Admin Web

Pabrik Tak Berizin Diduga Menjamur

Admin Web

Leave a Comment