Kondisi Obyek Wisata Pantai Purwahamba Indah (Purin) di Desa Purwahamha, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, memprihatinkan.
Beberapa fasilitas pendukung telah ditutup, karena kontrak dengan pihak ketiga tidak dilanjutkan.
“Kondisi Purin sekarang memang sangat memprihatinkan. Sekarang sudah sepi, seperti mati suri,” kata ketua DPRD wasbun jauhara khalim
Ia mengatakan, Purin merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Tegal yang terletak di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Tempat wisata yang lahir dari inspirasi mantan Gubernur Jawa Tengah, Almarhum Suparjo Rustam sekitar 1978 itu, sekarang kondisinya memprihatinkan.
Bahkan, patung dinosaurus yang menjadi icon Purin sudah dirobohkan.

“Dulu ramai karena dikelola oleh pihak ketiga. Namun sekarang, pihak ketiga sudah tidak melanjutkan kontraknya,” ujar Ketua DPRD
Menurut dia, Purin yang berlokasi di Jalan Raya Tegal-Pemalang KM 14 ini pernah menjadi destinasi idola masyarakat Pantura.Karena tempat wisata ini memiliki panorama pantai dan laut utara Jawa serta menyediakan fasilitas beragam permainan anak, antara lain waterboom, sepeda air, dan kereta mini.


“Karena sudah tidak melanjutkan kontrak, sehingga fasilitas ditarik semua,” terangnya.
Dia menyarankan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Tegal supaya berinovasi membangkitkan kejayaan Purin kembali seperti era 80 sampai 90 an.
“Kami menyayangkan kondisi ini. Dinas pariwisata seharusnya punya terobosan agar pendapatan daerah meningkat. Jangan cuma wait and see,” tegas Ketua DPRD di sela kunjungan.


“Sayang sekali aset daerah dibiarkan begitu saja. Pengelola harus punya inovasi dan konsep pengembangan agar wisata tidak mati suri,” ujarnya.
sudah saatnya Dinas Porapar menggandeng konsultan pariwisata profesional untuk memikirkan strategi pengembangan jangka panjang.
“Kita perlu inovasi kreatif agar wisata seperti Purin tidak kalah dengan daerah lain. Selama ini, hanya Guci yang jadi andalan PAD pariwisata Kabupaten Tegal,” ujarnya.






