Slawi – Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Ragil tresna Setyoningrum menunjukkan kepedulian terhadap warga korban banjir dengan langsung menyalurkan bantuan ke masyarakat di Desa Padaharja.”Saat ini bantuan makan siang mulai didistribusikan. Kebutuhan mendesak warga saat ini adalah family kit, matras, dan logistik makanan,” ujar anggota Komisi III
Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan turun langsung bersama PMI Kabupaten Tegal untuk membagikan nasi bungkus kepada warga yang terjebak banjir. Dalam tinjauannya, DPRD menekankan bahwa banjir di Sidaharja merupakan masalah klasik akibat sedimentasi Sungai Cacaban.
Luapan Sungai Cacaban kembali merendam ratusan rumah di Desa Sidaharja, Kecamatan SURADADI, Kabupaten Tegal pada Kamis 12 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air dilaporkan mencapai 100 hingga 120 sentimeter, mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total.
Banjir ini menyebabkan jalur utama Sidaharja–Jatibogor tidak dapat dilalui kendaraan karena arus air yang sangat deras. Hingga Kamis siang, genangan air di pemukiman warga belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sedikitnya 600 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa terdampak. Wilayah yang terendam meliputi:
- RW 03: RT 02, 03, 04, 05
- RW 05: RT 06, 09, 10
- RW 07: RT 11, 13, 15
Meski air setinggi dada orang dewasa, mayoritas warga memilih bertahan di lantai dua rumah atau tempat yang lebih tinggi. Siti 41 tahun, salah satu warga RW 05, mengaku air masuk sangat cepat sehingga banyak warga yang tidak sempat mengungsi.

“Air masuk cepat sekali dini hari tadi. Kami tidak sempat tidur karena air langsung tinggi,” tuturnya.
Warga kini hanya bisa berharap hujan di wilayah hulu mereda agar banjir segera surut.
Informasi dari PMI Kabupaten Tegal, banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi di wilayah hulu seperti Jatinegara, Bumijawa, dan Bojong sejak Rabu sore. PMI bersama BPBD, TNI/Polri, dan perangkat desa telah melakukan asesmen.





