Slawi – Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Achmad Ja’far.ST menegaskan setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah, manfaatnya harus dirasakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Achmad Ja’far saat menghadiri konsultasi publik rencana awal (Ranwal), rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2027, Kamis 22 Januari 2026.Selain manfaatnya harus dirasakan masyarakat, Ranwal RKPD 2027 juga harus menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Tegal.
“Ya, Ranwal RKPD itu jangan hanya jadi rutinitas administratif, tapi harus menjadi solusi kongkret untuk mengatasi persoalan sosial dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat kabupaten Tegal,” kata Anggota DPRD . Ja’far menjelaskan, bencana alam seperti banjir, dan persoalan sosial lainnya masih menjadi PR besar yang harus diselesaikan di Kabupaten Tegal.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Tersebut menegaskan, RKPD merupakan instrumen penting dalam memastikan kesinambungan pembangunan daerah. Untuk itu, Achmad Ja’far berharap, perencanaan RKPD 2027 harus lebih tajam dalam merespon dinamika global serta isu – isu lokal yang mendesak.
Sesuai dengan tupoksi DPRD, kata Ja’far, pihaknya memastikan setiap rupiah dalam RKPD 2027 nanti, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat kabupaten Tegal.
Sesuai konstitusi, DPRD memiliki fungsi budgeting dan oversight (pengawasan) untuk memastikan setiap rupiah dalam RKPD 2027 manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. Lebih lanjut Ja’far menjelaskan, ada tiga poin utama yang harus diperhatikan pemerintah Kabupaten Tegal dalam saat menyusun dokumen RKPD 2027. Tiga poin tersebut, tambah Ja’far harus bisa meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan sanitasi (drainase/pengelolaan limbah).
Kemudian, lanjut Ja’far, Pemkab Bandung juga harus bisa mengakomodir aspirasi masyarakat terutama yang diserap saat reses anggota DPRD Kabupaten Tegal.

Selain itu, RKPD juga harus bisa mendorong sektor UMKM agar naik kelas melalui digitalisasi dan pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Sementara untuk program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi merah putih (KMP), kata Jafar, merupakan pilar strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Tegal.
“Untuk itu, saya berharap semua pihak mendorong dan ikut menyukseskan program pemerintah pusat itu,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Ja’far juga mengapresiasi capaian indikator makro sosial ekonomi di Kabupaten Tegal yang cukup signifikan. Namun, jangan berpuas diri dulu, karena pertumbuhan ekonomi tersebut harus bisa dipastikan terdistribusikan secara merata. “Jadi, jangan cepat berpuas diri dengan peningkatan capaian indikator makro sosial ekonomi itu, karena tantangan ke depan bagaimana kita harus menjaga inflasi agar terkendali agar daya beli masyarakat tidak tergerus,” pungkasnya






