SLAWI, – Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal tetap meriah meski ada efisiensi anggaran di tahun 2026 ini. Ketua DPRD Kabupaten Tegal Wasbun Jauhara Khalim mengungkap hal itu usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Senin, 18 Mei 2026.
Rapat tersebut dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Tegal.

Wasbun meyakini, prosesi Hari Jadi tahun ini tidak ada perbedaan. Tahun ini justru lebih menyentuh dan syahdu.
“Semoga suasana yang baik ini akan menjalar ke batin setiap insan masyarakat Kabupaten Tegal,” ujarnya.
“Terkait efisiensi tidak ada kendala dalam kegiatan ini,” kata Wasbun tegas.
Dia menyatakan, pembangunan di Kabupaten Tegal yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu akan tetap dilanjutkan.
Diharapkan, ke depan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dengan masyarakat akan selalu guyub rukun dan sinergi untuk membangun Kabupaten Tegal agar lebih baik. Sehingga masyarakat lebih makmur.

“Prioritas pembangunan ke depan adalah, kita akan bermuara pada visi misi bupati,”Tegasnya
Sementara, dalam Rapat Paripurna Istimewa ini, semua sambutan menggunakan bahasa Jawa. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal Satiyo juga mengisahkan sejarah berdirinya Kabupaten Tegal.
Mulai dari pendiri tlatah Tegal yakni Ki Gede Sebayu hingga beberapa nama wilayah yang memiliki arti tersendiri. Seperti Mejasem, Pagongan, Pesarean, Kramat dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Tegal.
Disebutkan, Ki Gede Sebayu diangkat sebagai Juru Demung dengan pangkat tumenggung atau setingkat bupati pada tahun 1601 oleh Ingkang Sinuwun Kanjeng Senopati Mataram.Selain dikenal ahli dalam mensyiarkan ajaran agama Islam, pertanian dan bangunan, Ki Gede Sebayu juga ahli dalam strategi pembangunan. Ia menempatkan pengikutnya sesuai keahlian yang dimiliki seperti ahli kerajinan dan pertukangan, pandai besi, keemasan, tenun, hingga pertanian.






