SLAWI, – Bendungan Cipero yang masuk Daerah Irigasi (DI) Rambut wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal harus segera direhab total.
Hal itu dikarenakan perbaikan darurat tak mampu membendung suplai air Sungai Rambut.
“Bendungan Cipero baru diperbaiki setelah ambrol diterjang banjir pada 15 Maret 2026. Berselang beberapa pekan, diterjang banjir lagi dan kini rusak lagi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Wasbun Jauhara Khalim,
Dikatakan, jebolnya Bendungan Cipero kali kedua terjadi pada Senin 27 April 2026.
Hal itu disebabkan banjir besar yang melanda Sungai Rambut merupakan air kiriman dari hulu karena pada saat kejadian wilayah Warureja dan sekitarnya tidak turun hujan lebat.
“Perbaikan darurat tak mampu menahan air Sungai Rambut. Oleh karena itu, dibutuhkan rehab total,” ujar Ketua DPRD Wasbun Jauhara Khalim
Dikatakan, rehab Bendungan Cipero menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Menurut Wasbun, daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengalokasikan anggaran ke bendungan tersebut.
Namun demikian, DPRD Kabupaten Tegal mendorong Bendungan Cipero untuk segera diperbaiki secara permanen.”Harusnya bisa dianggarkan tahun ini melalui perubahan anggaran karena Bendungan Cipero mengaliri 2 kecamatan, yakni Warureja dan Suradadi,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, dua kecamatan tersebut merupakan lumbung padi Kabupaten Tegal.
Jika tidak segera diperbaiki, lanjut Wasbun, maka sekitar 7.643 hektare sawah di Kecamatan Warureja dan Suradadi bisa gagal panen.
Wasbun menegaskan, area pertanian tersebut hanya mengandalkan Bendungan Cipero saat musim kemarau.
“Saat musim hujan, lahan persawahan masih bisa mendapatkan suplai air. Kalau musim kemarau, hanya mengandalkan air dari Bendungan Cipero,” ujar politisi PKB ini.
Dijelaskan, kerusakan bendung berdampak langsung pada pasokan air, terutama menjelang musim tanam pertama (MT 1) dan musim tanam kedua (MT 2).
Kondisi ini membuat petani mulai resah. “Kami mendesak perbaikan segera selesai mengingat bendungan ini sangat vital bagi areal pertanian,” tegas Wasbun.
Ditambahkan, perbaikan Bendungan Cipero sangat mendesak, karena akan menurunkan produksi padi. Padahal, program Presiden RI untuk ketahanan pangan.
“Jika ingin ketahanan pangan meningkat, seharusnya perbaikan Bendungan Cipero bisa dipercepat,” Terangnya
.





