SLAWI, – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani menegaskan banjir bandang di Sungai Gung wilayah wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, harus disikapi dengan tegas.
Pasalnya, jika tidak segera ditangani secara serius, maka akan menimbulkan bencana yang lebih besar.
“Harga mati kembalikan fungsi hutan lindung yang saat ini dijadikan lahan sayuran,” kata Rudi
Rudi mengatakan, bencana banjir di Sungai Gung Guci sebuah peringatan alam. Hutan di lereng Gunung Slamet telah alih fungsi menjadi lahan pertanian sayur.
Luasnya cukup besar mencapai puluhan hektare di wilayah Kabupaten Tegal. Kendati telah sejumlah pihak melakukan menanam pohon, namun kondisi itu harus dilakukan pengawasan ketat.
“Jika setelah ditanam dicabuti lagi, maka percuma ada penanaman pohon. Makanya, pengawasan harus diperketat,” ujar Wakil Ketua DPRD
Wakil Ketua DPRD menuturkan, juga telah berupaya melakukan penanaman pohon di lereng Gunung Slamet, baru-baru ini. Upaya itu diharapkan sedikit mengurangi risiko kerusakan hutan.
Wakil Ketua DPRD Rudi, menanam sekitar 3000 pohon kopi, dan pohon-pohon keras di lereng Gunung Slamet yang masih gundul. Namun, pohon-pohon tersebut akan tumbuh besar sekitar 5-10 tahun.
“Kami berharap masyarakat juga sadar akan pentingnya hutan. Jangan sampai kejadian banjir terus berulang,” harap Rudi.
Rudi menambahkan agar program kelestarian hutan di lereng Gunung Slamet terus digalakan. Terutama, kesadaran para pengusaha di Guci untuk ikut bersama-sama menjaga kelestarian alam. **





