SLAWI,- Ketua DPRD Kabupaten Tegal. H. Wasbun Jauhara Khalim,S.E kunjungan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis 5 Februari 2026.
Dalam kunjungan itu, terjadi pergerakan tanah secara tiba-tiba, sehingga Ketua DPRD lari menjauh dari lokasi pergerakan tanah.
Kunjungan dan penyerahan bantuan bagi korban bencana tanah bergerak di Padasari, Ketua DPRD Kabupaten Tegal
Bantuan yang dibawa berupa sembako mulai dari beras, telur, sayuran, minyak dan lainnya. Selain itu, memberikan bantuan berupa selimut, baju anak-anak, jilbab, dan bantuan lainnya.
Bantuan diserahkan di posko pengungsian di Majelis Az Zikir dan juga menyambangi para pengungsian.
Usai ngobrol dengan para pengungsi, Ketua DPRD meninjau langsung tanah bergerak di Ponpes Al Adalah 1. Di sepanjang jalan menuju lokasi ponpes itu,Ketua DPRD sempat melihat langsung jalan amblas dan patah-patah.
Dengan berjalan kaki menuju Ponpes Al Adalah 1, Ketua DPRD melihat reruntuhan bangunan dan tanah-tanah yang merekah.
Kendati sudah banyak rumah yang kosong, namun ada beberapa warga yang masih berjaga-jaga di lokasi rumah masing-masing.
Para anggota Fraksi PKB, saat melihat langsung kondisi Ponpes Al Adalah, tiba-tiba ada suara bangunan bergerak.
Spontan Ketua DPRD berlarian menjauh dari ponpes tersebut. merasakan pusing saat terjadinya pergerakan tanah.
“Tiba-tiba kepala gliyeng (pusing). Ini menandakan adanya pergerakan tanah,” kata Wasbun usai menjauh dari lokasi Ponpes Al Adalah 1.
Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Wasbun menilai, lokasi sekitar Ponpes Al Adalah 1 sudah tidak layak digunakan.
Mereka harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tidak harus di dalam Desa Padasari, relokasi bisa di wilayah lainnya yang dinilai lebih aman.
“Ini sudah tidak layak. Tanah terus bergerak dan kemungkinan masih akan terus terjadi selama musim hujan,” ujar Wasbun





