SLAWI – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Tegal mengingatkan agar perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2026 jangan sampai berhenti pada urusan geser-menggeser angka di atas kertas.
Perubahan anggaran harapannya benar-benar menjadi momentum mengevaluasi program yang belum berjalan maksimal, sekaligus memastikan uang rakyat kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.
Pandangan tersebut disampaikan Fraksi PKB dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Tegal agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Tegal 2026, di Gedung DPRD setempat, Rabu (2/9/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tegal Wasbun Jauhara Khalim, didampingi tiga wakil ketua yakni Sugono, Rudi Indrayani, dan Agus Solichin.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut hadir.
Anggota Fraksi PKB Nofiatul Faroh, mewakili Ketua Fraksi PKB Umi Azkiyani membacakan pandangan umum fraksi.
Menurut Nofiatul, pembahasan Perubahan APBD tidak boleh sekadar dipahami sebagai proses administratif untuk menyesuaikan angka-angka anggaran.
“Perubahan APBD harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap pelaksanaan APBD. Kami juga meminta Pemkab Tegal lebih jeli menentukan prioritas program. Anggaran harus diarahkan untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial maupun pelayanan publik,” tegas Nofiatul,
Fraksi PKB juga mengingatkan agar efisiensi anggaran dilakukan secara selektif.
Jangan sampai dalih efisiensi justru memangkas kebutuhan masyarakat yang bersifat mendasar.
“Perlu diperhatikan, belanja yang kurang produktif perlu dikurangi, tetapi jangan sampai mengorbankan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penanggulangan kemiskinan,” ujar Nofiatul.
PKB juga menyoroti pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi tidak sekadar terlihat bagus dalam laporan statistik.
Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi harus tercermin dari meningkatnya daya beli, terbukanya lapangan pekerjaan, berkurangnya kemiskinan dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara merata.
Maka dari itu, PKB mendorong Pemkab Tegal memperkuat penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.






