SLAWI – Ruas Jalan Gumayun-Sindang, Kecamatan Dukuhwaru, merupakan akses utama sebagian warga yang hendak beraktivitas dan menjadi salah satu perhatian DPRD Kabupaten Tegal.
Ruas jalan yang selama ini masih menyisakan sejumlah titik kerusakan itu bakal mendapat perhatian melalui pengusulan anggaran perbaikan pada 2027 mendatang.
Tak hanya perbaikan jalan, penerangan di sepanjang ruas tersebut juga ikut didorong adanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Hal itu karena ketika malam hari sebagian ruas jalan masih minim penerangan sehingga membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Ahmad Saiful Bahri membenarkan adanya dua usulan tersebut.
Politikus dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Dukuhwaru, Slawi dan Lebaksiu ini menjelaskan, perbaikan Jalan Gumayun-Sindang sudah diusulkan melalui pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Tegal.
“Sudah kami usulkan untuk anggaran 2027. Aspirasi ini juga datang dari masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas,” ujar Ahmad Saiful Bahri,
Diterangkan Saiful Bahri, sebagian ruas Jalan Gumayun-Sindang sebelumnya memang sudah mendapat penanganan perbaikan.
Namun, masih terdapat sejumlah bagian jalan yang kondisinya belum sepenuhnya baik sehingga memerlukan perbaikan.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena jalan itu cukup sering dilalui masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Memang sudah ada perbaikan, tapi masih ada bagian yang perlu mendapat penanganan. Kami sering menerima aspirasi warga agar ruas jalan itu kembali diperbaiki,” ungkapnya.
Perbaikan jalan bukan semata-mata menyangkut kenyamanan pengguna kendaraan.
Kondisi jalan yang baik juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama karena ruas Gumayun-Sindang merupakan salah satu akses penghubung antar wilayah.
Ruas tersebut menghubungkan Kecamatan Dukuhwaru dengan wilayah Kecamatan Adiwerna dan sebaliknya.
Mobilitas warga dari berbagai keperluan, mulai dari bekerja, berdagang, bersekolah, bertani hingga aktivitas lainnya, turut memanfaatkan jalur tersebut.






